Mengenal Allah


Salam sejahtera buat pembaca budiman semua,

Sebelum saya menulis lebih lanjut mengenai Bab  mengenal Allah ini, terlebih dahulu saya ingin memohon maaf andai  penulisan saya ini tidak begitu memuaskan, ini kerana saya tidaklah searif orang yang benar-benar arif di dalam Bab ini, kerana saya masih lagi mencari-gali ilmu Allahu Ta’ala yang tak terhitung luasnya, sepertimana tak terhitungnya nikmat Allah keatas kita semua.

Di dalam perjalanan mencari dan mengenal Allah ini tidak hanya sekadar melalui jalan akal  harus melalui tiga jalan, andai hanya mengunakan jalan akal semata-mata..maka kita senantiasa berada di dalam khayalan kononya kita telah mengenal Tuhan, untuk sampai kepada Allah harus melalui jalan Thariqoh yakni Tarekat. Baik tiga jalan yang saya maksudkan di sini adalah melalui akal juga, tapi..harus juga melalui Hati Sanubari dan Hati Nurani, hati sanubari di gunakan untuk kita ber-thariqoh kepada Allah atau di panggil zikir yang tidak berputusan, ini adalah suatu jalan yang benar-benar menuju kepada Allah. setelah kita ber-thariqoh kepada Allah maka sampai pula giliran hati Nurani untuk sampai kepada Allah. yang dikatakan hati Nurani adalah ROH..Roh inilah yang ada perhubungan dengan Allahu Subhanahu Wata’ala,yang dikatakan mata hati, inilah yang di katakan Hakikat INSAN manakala Akal pula digunakan untuk menyeimbangkan apa yang di serap masuk ke dalam diri kita, dan berfikir tentang segala kejadian Allah atas muka bumi ini untuk dijadikan sebagai pedoman hidup.

Seharusnya pegangan dan syari’at dulu harus kukuh, seperti ilmu fiqah, usuludin, tauhid dan tasawuf, jika ini kita letakan kemudian maka kita tidak akan sampai kepada Allah, pun belum tentu andai kesemua ini telah kita lepasi berarti kita bakal kenal Allah. Untuk sampai kepada Allah jiwa dan raga harus bersih dahulu baru boleh meniti di atas titian Allah, jika kita berjaya meniti di atas titian-nya..maka tunggulah saat kita untuk di jemput masuk ke Alam ketuhanan, jika tidak dijemput masuk maka tinggallah kita di Alam Malakut.

Allah itu amat ganjil..dan ganjil juga untuk mengenalinya, tujuan kita mengenal Allah adalah untuk mengetahui ke “ESA”anya dan rahsianya, kerana Allah juga telah berfirman di dalam hadith Al-Quds yang berbunyi:-

Al insaanul sirruhu, wa ana sirruhu” manusia itu adalah rahsiaku, dan Aku adalah rahsianya.

Nah kita ini adalah rahsia kewujudan Allah dan kita ini adalah maujudnya, Dan Allah itulah rahsia yang perlu kita cari, bukan bererti kita mengenal Allah maka kita bakal lihat kewujudan Allah itu seperti kita yang ada tangan dan kaki ini, di sini banyak orang salah tanggapan apabila kenal Allah maka boleh di lihat seperti makhluk ciptaanya “Allah adalah Allah, Ciptaan tetap ciptaan. Allah itu bersifat Bersalahan dengan segala yang baharu, kita ini adalah ciptaan nya, maka kita ini baharu, sedangkan Allah itu EsaQulhu wallahu ahadkatakanlah Allah itu Esa dan kita ini adlah makhluk yang bergantung kepada Allah yakni ” Zat “, tergolong dalamAllahus tsomadAllah tempat bergantung, jadi bagaimana caranya untuk kita sampai kepadanya..? Apakah kita sudah kenal kepada Allah..?

Rasulullahi S.A.W. ada bersabda yang berbunyi, Akulah yang paling kenal kepada Allah, dan Akulah yang paling takut kepada Allah,

Berapa ramai umat manusia pada hari ini yang benar-benar kenal akan Allah..? Dan berapa ramai pula yang benar-benar takut kepada Allah..? Ramai umat manusia pada hari ini apabila telah belajar ilmu mengenal maka tak perlu sembahyang kerana itu adalah kulit katanya, na’uzubillah.. dan adapula yang mengaku tuhan..konon nya Allah dan aku telah bersatu. Di dalam hal ini Allah juga ada berfirman yang berbunyi:-

Manusia itu hidup di dalam liputanku tetapi AKU tidak berada di dalam diri mereka”

sebenarnya tidak ada penafian di dalam bab bersatu, tetapi kita harus faham bagaimana yang di katakan bersatu..? Apakah andaikata bersatu nya kita dengan Allah berarti Allah itu kita, kita adalah Allah..? Bulan dan matahari juga bersatu, matahari memancarkan cahaya dan bulan mendapat cahaya daripada matahari untuk memancarkan cahayanya di waktu malam, di antara kedua ini ada perhubungan dan penyatuan, penyatuan kedua makhluk ini adalah melalui cahaya, tetapi matahari tetap matahari dan bulan tetap bulan, bulan tak kan jadi matahari dan matahari tak kan jadi bulan.

Begitulah juga kita dengan Allahu S.W.T , tetap ada perhubungan dan penyatuan, perhubungan dan penyatuan kita dengan Allah adalah melalui cahaya “NUR” Muhammad S.A.W , Allah tetap Allah, kita tetap kita, sesungguhnya Zat Allah itu tidak boleh di andaikan dengan apa jua sekalipun yang bersifat maujud dan fana, sedangkan dari perkataan ADAM itu sendiri maksudnya tiada. Orang yang benar-benar kenal akan Allah segala titah perintah Allah mereka lakukan, segala larangan Allah mereka jauhi, mereka jaga solat, jaga lidah, makan minum, tertib di dalam pergaulan dan menyambung silaturrahim baik sesama ahli keluarga dan juga sesama Islam.

Untuk mengenal Allah dengan lebih mendalam lagi carilah isi kandungan kalimah LA ILAHA ILLALLAH kerana kalimah La ilaha illallah itu sangat besar makna dan isi kandunganya, sesuai dengan sabda Nabi S.A.W barang menyebutnya di saat sakaro maka akan di ampunkan Allah segala dosanya selagi ia tidak menyekutukan Allah, Allahu Ta’ala juga ada berfirman di dalam Al-Qur’an yang berbunyi:-

Andai hambaKU datang kepadaKU dengan dosanya sepenuh langit dan bumi di kala ia menyebut kalimah LA ILAHA ILLALLAH akan KU ampunkan segala dosanya itu selagi ia tidak berlaku syirik kepadaku.

Lagi sambungan nya akan menyusul…..

Suara Hati Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s